BIMBINGAN TEKNIS PENGELOLAAN OBAT KEPADA PENGELOLA SARANA KEFARMASIAN
25 Jun 2021 BERITA
Obat memiliki peranan yang strategis dalam menunjang pelayanan kesehatan. Bahkan seringkali disebutkan bahwa obat menjadi ujung tombak dari pelayanan kesehatan. Obat merupakan suatu komoditi khusus yang memerlukan pengetahuan, kompetensi dan kewenangan khusus dalam mengelolanya. Pengelolaan obat dapat beresiko bila tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya, baik resiko kepada pasien dan juga resiko bagi petugas serta sarana yang menangani.
Pengelolaan obat yang sarat dengan regulasi dan resiko menuntut kemampuan petugas secara profesional untuk senantiasa ditingkatkan secara berkelanjutan sesuai dinamika perkembangan ilmu kefarmasian dan kesehatan.
Bertolak dari dasar tersebut,
Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar melaksanakan kegiatan Bimbingan
Teknis Pengelolaan Obat kepada Pengelola Sarana Kefarmasian. Kegiatan yang
bersumber dari dana DAK BPOM Tahun Anggaran 2021 ini dilaksanakan dalam dua
batch.
Batch pertama dilaksanakan pada
Rabu, 22 Juni 2021 di ruang pertemuan Hotel Al Ikhlas Polewali dengan
narasumber Kepala Balai Besar POM di Mamuju, apt. Lintang Purba Jaya, S.Farm.,
M.Si. Selanjutnya batch kedua dilaksanakan pada Kamis, 23 Juni 2021 di ruang
pertemuan Café Batistuta Polewali dengan narasumber dari Balai POM di Mamuju,
apt. Muh. Rais, S.Farm.
Materi yang disampaikan kedua narasumber berfokus pada Pengelolaan Obat sesuai Standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). Dalam rangka menunjang kinerja para tenaga farmasi dalam mengelola sediaan vaksin, khususnya vaksin Covid 19, materi mengenai Pengelolaan Vaksin Covid 19 sesuai standar CDOB juga dipaparkan oleh narasumber.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan
sasaran kegiatan para Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian dari Puskesmas
se-Kabupaten Polewali Mandar, para Apoteker dari Apotek Komunitas se-Kabupaten
Polewali Mandar, serta perwakilan Instalasi Farmasi RSUD Polewali dan RSUD
Wonomulyo.
Dari kegiatan ini diharapkan para
Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian semakin profesional dalam mengelola obat
dan vaksin agar obat dan vaksin tetap terjaga keamanan, mutu dan khasiatnya
hingga ke tangan pasien.
Hal ini sejalan dengan harapan pemerintah daerah yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, H.M. Suaib Nawawi, SKM, M.Kes dalam sambutannya, yaitu terwujudnya pelayanan kefarmasian yang profesional menuju pelayanan kesehatan yang paripurna.
Sumber : Seksi Farmasi Dinas Kesehatan
Kegiatan Terbaru
Kominfo dan BKD Sosialisasikan Presensi Elektronik, Puskesmas Bersiap Beralih ke Sistem Absen Digital...
Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menyelenggarakan sosialisasi penerapan presensi elektronik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diikuti oleh perwakilan puskesmas. Kegiatan yang dilaksanakan di aula pertemuan ini menjadi langkah awal penerapan sistem absensi yang lebih tertib, akurat, dan transparan di lingkungan perangkat daerah, termasuk fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.Dalam sesi paparan, narasumber dari Kominfo menjelaskan latar belakang pengembangan aplikasi presensi elektronik, fitur utama yang akan digunakan, serta alur penggunaan mulai dari proses login, absen masuk dan pulang, hingga mekanisme pelaporan kendala teknis yang mungkin ditemui di lapangan. Sementara itu, perwakilan BKD memaparkan regulasi kedisiplinan ASN dan menegaskan bahwa data kehadiran yang terekam dalam sistem akan menjadi bagian dari bahan penilaian kinerja pegawai, termasuk di puskesmas.Peserta dari puskesmas juga mendapat kesempatan untuk melakukan simulasi langsung penggunaan aplikasi, mulai dari instalasi di perangkat hingga praktik presensi berbasis lokasi dan/atau fitur pengenalan wajah. Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh puskesmas dapat segera beradaptasi dengan sistem presensi elektronik, sehingga pengelolaan kehadiran pegawai menjadi lebih tertib dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat....
Selengkapnya...
Ikhtiar Sehat Sebelum Berangkat: Dinkes Polman Vaksinasi Calon Jemaah Haji...
Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar melaksanakan kegiatan vaksinasi bagi calon jemaah haji sebagai salah satu rangkaian persiapan kesehatan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Bertempat di kantor Dinkes Polman, Jl. Andi Depu, layanan vaksinasi dilakukan secara bertahap kepada ratusan calon jemaah haji yang datang sesuai jadwal yang telah ditentukan.Dalam kegiatan ini, calon jemaah haji mendapatkan vaksin meningitis dan polio yang bersifat wajib sesuai ketentuan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, serta vaksin flu yang dianjurkan untuk menambah perlindungan selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah. Vaksin meningitis diberikan untuk mencegah peradangan selaput otak, sementara vaksin polio bertujuan melindungi jemaah dari risiko kelumpuhan, terutama bagi kelompok lansia dan mereka yang memiliki kondisi fisik lebih rentan.Sebelum divaksin, setiap calon jemaah menjalani skrining dan pemeriksaan kesehatan oleh tenaga kesehatan Dinas Kesehatan guna memastikan kondisi tubuh cukup bugar dan tidak ada kontraindikasi terhadap vaksin yang akan diberikan. Proses vaksinasi dijadwalkan selesai dalam beberapa hari dengan target seluruh calon jemaah haji asal Polman tervaksinasi tepat waktu sebelum keberangkatan.Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Polman, dr. Gunadil, menjelaskan bahwa vaksinasi ini merupakan bagian penting dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan meminimalkan risiko penularan penyakit menular selama berada di area dengan kepadatan jamaah yang sangat tinggi. Dinas Kesehatan juga mengimbau calon jemaah haji untuk menjaga pola makan, istirahat yang cukup, serta mematuhi protokol kesehatan selama persiapan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci sebagai ikhtiar bersama mewujudkan haji yang sehat dan mabrur....
Selengkapnya...
Masa tanggap darurat kebakaran Galung Tulu selama 1–7 Maret 2026 telah selesai....
Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar menyampaikan bahwa masa tanggap darurat bencana kebakaran di Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten selama tujuh hari sejak 1 Maret hingga 7 Maret 2026, telah resmi berakhir. Selama periode tersebut, jajaran Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Pambusuang dan lintas sektor telah membuka posko layanan kesehatan, melakukan pemeriksaan kesehatan, pemantauan penyakit menular, serta memberikan dukungan kesehatan bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penyintas dengan penyakit kronis.Seiring berakhirnya masa tanggap darurat, Tim Kabupaten yang bertugas di bawah koordinator posko kebakaran mulai ditarik secara bertahap dari lokasi, setelah memastikan layanan kesehatan dasar dan dukungan logistik kesehatan berjalan stabil. Penanganan selanjutnya memasuki fase pemulihan, yang akan dilanjutkan oleh Tim Kecamatan bersama pemerintah desa, dengan tetap mendapatkan pendampingan teknis dari Dinas Kesehatan Kabupaten dan Provinsi. Fokus masa pemulihan ini antara lain pemantauan lanjutan kondisi kesehatan penyintas, penguatan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan hunian sementara, serta kolaborasi dengan dinas terkait untuk mendukung pemulihan psikososial masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan lainnya....
Selengkapnya...
Menembus Batas Geografi: Tim Penilai Pastikan Layanan Kesehatan Puskesmas Terpencil di Polewali Mandar Tetap Hadir untuk Semua...
Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat membentuk Tim Penilai Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kawasan Terpencil dan Sangat Terpencil pada tahun 2026 untuk memastikan pelayanan kesehatan dasar dapat diakses secara adil hingga ke wilayah paling sulit dijangkau. Penilaian lapangan dilaksanakan pada tanggal 03–05 Maret 2026 di wilayah kerja puskesmas sasaran. Tim ini melakukan penilaian terhadap puskesmas-puskesmas yang berada di daerah dengan keterbatasan akses geografis, transportasi, serta tantangan sosial ekonomi, sebagai dasar penetapan status kawasan terpencil dan sangat terpencil sesuai kriteria yang diatur dalam regulasi Kementerian Kesehatan.Di Kabupaten Polewali Mandar, sedikitnya empat puskesmas diusulkan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan kawasan terpencil, yaitu Puskesmas Tutallu, Puskesmas Tutar, Puskesmas Bulo, dan Puskesmas Matangnga. Penilaian dilakukan secara objektif melalui telaah dokumen, survei lapangan, dan wawancara dengan tenaga kesehatan serta pemerintah kecamatan setempat, untuk menggambarkan kondisi riil akses pelayanan, beban kerja, serta kebutuhan dukungan tambahan bagi puskesmas tersebut.Hasil kerja Tim Penilai ini diharapkan menjadi dasar penguatan kebijakan dan pembiayaan, termasuk penambahan tenaga kesehatan, peningkatan sarana prasarana, serta dukungan insentif bagi nakes yang bertugas di daerah sulit sehingga pelayanan kesehatan primer di kawasan terpencil dan sangat terpencil Kabupaten Polewali Mandar semakin merata dan berkualitas. Dengan demikian, masyarakat di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang tetap dapat menikmati hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak....
Selengkapnya...
