Layanan Aduan dan Aspirasi Pelayanan Publik : www.lapor.go.id

Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Gandeng BPPK Makassar Gelar Pelatihan Manajemen Infeksi Laten Tuberkulosis dan Terapi Pencegahan Tuberkulosis


29 Oct 2023   BERITA

Polewali Mandar, 28 Oktober 2023 - Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar telah bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BPPK) Makassar untuk menyelenggarakan pelatihan Manajemen Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB) dan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Pelatihan ini berlangsung selama 4 hari, mulai tanggal 25 hingga 28 Oktober 2023, di Hotel Al-Ikhlas, Polewali Mandar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan Angkatan 1 dalam penanganan TBC dan ILTB.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, H. Sukirman, SH., MM., secara resmi membuka pelatihan ini dalam sambutannya. Beliau menekankan pentingnya upaya bersama dalam mengatasi TBC dan ILTB, yang masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di wilayah ini.

Adapun materi pelatihan yang diterima oleh peserta mencakup berbagai aspek penting, seperti:

  1. Kebijakan dan Situasi Penanggulangan TBC dan ILTB: Mempelajari kerangka kerja kebijakan dalam upaya penanggulangan TBC dan ILTB, serta situasi terkini di wilayah tersebut.
  2. Penemuan Kasus ILTB: Teknik dan prosedur dalam menemukan kasus ILTB yang mungkin terabaikan.
  3. Pemeriksaan ILTB: Memahami langkah-langkah pemeriksaan yang akurat untuk diagnosis ILTB.
  4. Diagnosis TBC: Metode diagnosis TBC dan pemeriksaan yang diperlukan.
  5. Pemberian TPT: Prinsip dan tindakan yang terkait dengan Terapi Pencegahan Tuberkulosis.
  6. Pemantauan Klinis TPT: Bagaimana memantau pasien yang menjalani TPT dan mengidentifikasi efek samping potensial.
  7. Pencatatan dan Pelaporan melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) TPT: Penggunaan sistem informasi untuk mencatat dan melaporkan data yang terkait dengan TPT.
  8. Komunikasi Efektif pada penerima TPT: Keterampilan komunikasi yang diperlukan untuk memberikan TPT dan mendukung pasien.
  9. Logistik TPT: Manajemen persediaan dan distribusi obat TPT.
  10. Anti Korupsi: Pemahaman tentang pentingnya integritas dan pencegahan korupsi dalam pelayanan kesehatan.
  11. RTL (Refleksi, Tanya, dan Lapor): Sesi diskusi dan tanya jawab guna memastikan pemahaman peserta dan menjawab pertanyaan terkait materi pelatihan.

Pelatihan ini diikuti oleh tenaga kesehatan dari berbagai puskesmas di Kabupaten Polewali Mandar. Diharapkan, peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam penanganan TBC dan ILTB akan membantu mengurangi angka penyakit tersebut di wilayah ini dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

 

Kegiatan Terbaru

Perkuat Integrasi Layanan Primer, Dinkes Polman Gelar Orientasi Pembinaan Posyandu Bagi Nakes Puskesmas...
23 Sep 2026

POLEWALI – Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar menggelar kegiatan Orientasi Pembinaan Posyandu Bidang Kesehatan Bagi Tenaga Kesehatan Puskesmas Tahun 2026 di Hotel Al-Ikhlas Polewali pada Rabu (23/09/2026). Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan mewakili Kepala Dinas Kesehatan, serta dihadiri oleh Kepala Bidang SDK, tim narasumber, dan peserta nakes dari seluruh puskesmas se-Kabupaten Polewali Mandar. Orientasi ini diselenggarakan sebagai langkah krusial dalam mengawal pilar utama Transformasi Layanan Primer melalui Integrasi Layanan Primer (ILP). Dalam sambutannya, disampaikan bahwa Posyandu kini bertransformasi menjadi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang memberikan layanan komprehensif berbasis siklus hidup. Penataan ini menuntut para kader Posyandu untuk menguasai 25 Keterampilan Dasar Kesehatan, yang memerlukan bimbingan teknis terstruktur dan berkesinambungan dari tenaga kesehatan di tingkat puskesmas. Berdasarkan laporan data capaian Promkes, dari total 687 Posyandu di Kabupaten Polewali Mandar, sebanyak 686 Posyandu (99,85%) telah berstatus aktif, dan 574 Posyandu (83,55%) telah menjalankan layanan berbasis siklus hidup. Namun, evaluasi menunjukkan adanya disparitas kinerja yang membutuhkan perhatian serius, seperti cakupan siklus hidup di Puskesmas Bulu (8,70%) dan Campalagian (17,31%), persentase pelatihan kader yang baru mencapai 23,46% (dengan 6 puskesmas masih 0%), serta cakupan penimbangan balita (D/S) kelurahan yang terpaut jauh antara Petoosang (94,8%) dan Mapilli (20,3%). Pasca-kegiatan orientasi ini, terdapat tiga instruksi tegas yang ditekankan kepada seluruh nakes puskesmas: Konsolidasi Internal Puskesmas: Membentuk Tim Pembina Posyandu lintas program dan menghilangkan ego sektoral. Pembinaan Kader Terstruktur: Menyusun peta jalan pelatihan 25 kompetensi dasar kader hingga melahirkan Kader Purwa, Madya, dan Utama. Penguatan Jejaring Lintas Sektor: Mengaktifkan kembali Pokjanal/Pokja Posyandu dan menggandeng pihak kecamatan, desa/kelurahan, hingga PKK....

Selengkapnya...
Dinkes Polman Gelar Bimtek Pengelolaan Keuangan BLUD dan Penyusunan RBA Puskesmas Bersama LMPD...
21 Sep 2026

POLEWALI MANDAR – Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar bekerja sama dengan Lembaga Manajemen Pemerintah Daerah (LMPD) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA), serta Penguatan Pengendalian Hukum bagi Puskesmas. Kegiatan strategis yang berlangsung selama tiga hari pada 18–20 September 2026 ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan mewakili Kepala Dinas Kesehatan. Bimtek yang diselenggarakan oleh LMPD ini difokuskan pada penguatan akuntabilitas manajemen keuangan puskesmas, pemeriksaan laporan keuangan BLUD, implementasi Permendagri 79 Tahun 2018, hingga penyusunan RBA. Selain aspek teknis tata kelola anggaran, para peserta juga dibekali pemahaman mengenai pencegahan risiko hukum dan tindak pidana korupsi yang dibawakan langsung oleh narasumber ahli dari Polda Sulsel dan Kejari Sulsel....

Selengkapnya...
Dinkes Polman Gelar Pertemuan Penguatan Mutu Pelayanan Internal Puskesmas untuk Dorong Transformasi Layanan Primer...
27 Jul 2026

POLEWALI MANDAR – Sebagai wujud komitmen dalam mendukung transformasi layanan primer serta memperkuat mutu pelayanan kesehatan di tingkat tapak, Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar menggelar "Pertemuan Penguatan Mutu Pelayanan Internal Puskesmas". Kegiatan yang dibiayai melalui lokus DAK Non Fisik Tahun 2026 ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 22 hingga 24 Juli 2026, bertempat di Aula Dinkes dan Aula Bapperida Kabupaten Polewali Mandar. Pertemuan ini dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas Tim Mutu Puskesmas dan Tim Pendamping Puskesmas dalam menerapkan standar mutu pelayanan secara berkesinambungan. Rangkaian kegiatan dibuka pada Rabu (22/07/2026) di Aula Dinkes Polman. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, dr. Anita, MARS, secara langsung membawakan paparan pengantar terkait regulasi Manajemen Puskesmas. Pada hari pertama, peserta juga mendapatkan materi teknis mengenai Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) & K3, Evaluasi Capaian Indikator Nasional Mutu (INM), serta Insiden Keselamatan Pasien (IKP) yang dibawakan oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat. Hari kedua kegiatan berlanjut di Aula Bapperida dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan RI secara daring (Zoom Meeting). Para peserta membekali diri dengan materi Implementasi Budaya Mutu dan Audit Internal, Manajemen Risiko (Manrisk), Pencatatan Pelaporan Indikator Mutu & Strategi Peningkatan Kepuasan Pasien, hingga Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) serta Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA). Pada hari terakhir, Jumat (24/07/2026), kegiatan difokuskan pada Evaluasi Perencanaan Perbaikan Strategis (PPS) serta Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) bersama narasumber teknis dari Dinas Kesehatan Kab. Polewali Mandar, yang diakhiri dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan penutupan acara secara resmi. Melalui penguatan kapasitas ini, Dinas Kesehatan Kab. Polewali Mandar berharap seluruh Puskesmas mampu menjaga konsistensi penerapan standar keselamatan pasien dan mutu pelayanan yang berkelanjutan. ...

Selengkapnya...
Buka Pelatihan Keamanan Pangan Berbasis Risiko, Kabid SDK Dinkes Polman Tekankan Kompetensi Tenaga Sanitasi...
27 Jul 2026

POLEWALI MANDAR – Dalam rangka menjamin higienitas dan kesehatan pangan di masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar telah sukses menyelenggarakan "Pelatihan Pengawasan Keamanan Pangan Siap Saji Berbasis Risiko bagi Tenaga Sanitasi Lingkungan Angkatan II Tahun 2026". Kegiatan intensif ini berlangsung selama lima hari efektif secara klasikal (tatap muka), mulai tanggal 20 hingga 24 Juli 2026 di Hotel Al-Ikhlas Polewali. Pelatihan bersertifikasi resmi Kementerian Kesehatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (Kabid SDK) Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar pada Senin, 20 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, Kabid SDK yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Penyelenggara menyampaikan laporan kesiapan diklat yang didasarkan pada dokumen Memorandum of Understanding (MoU) kemitraan strategis antara BBPK Makassar dan Dinkes Polman. Selain memberikan arahan, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar turut membekali peserta melalui penyampaian materi penting mengenai Kebijakan Keamanan Pangan Siap Saji yang dibawakan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.Tujuan utama dari pelatihan ini adalah membentuk tenaga sanitasi lingkungan yang handal dan mampu melakukan pengawasan keamanan pangan siap saji berbasis risiko sesuai pedoman baku yang berlaku. Untuk mencapai target kompetensi tersebut, panitia menghadirkan para fasilitator dan widyaiswara berkompeten dari tiga instansi, yaitu Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, Inspektorat Kabupaten Polewali Mandar, serta Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar. Sebanyak 21 peserta terdaftar mengikuti jalannya diklat tatap muka ini secara penuh. Komposisi peserta terdiri dari 3 perwakilan staf teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, 2 perwakilan RSUD (RSUD Hajjah Andi Depu dan RSUD Wonomulyo), serta 16 Tenaga Sanitasi perwakilan Puskesmas se-Kabupaten Polewali Mandar. Selama lima hari, seluruh peserta diuji secara ketat melalui sistem evaluasi komprehensif, mulai dari pre-test, post-test, evaluasi materi, performa fasilitator, hingga penilaian sikap perilaku. Melalui standar kelulusan minimal yang tinggi yakni nilai 80,01 serta syarat kehadiran fisik minimal 95%, Bidang SDK Dinas Kesehatan Polman berharap para tenaga sanitasi yang lulus dapat menjadi garda terdepan dalam memitigasi risiko keracunan makanan dan menjaga kualitas pangan siap saji di wilayah kerja masing-masing. ...

Selengkapnya...

Kategori

  • 43
  • 0