Layanan Aduan dan Aspirasi Pelayanan Publik : www.lapor.go.id

Dinkes Polman Dukung Pemeriksaan BPK RI untuk Pastikan Rehab Pustu Tonyaman Pulau Battoa Meningkatkan Mutu Layanan Kesehatan


14 Feb 2026   BERITA

Pemeriksaan fisik pembangunan sarana kesehatan di wilayah kepulauan kembali menjadi perhatian Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Tim BPK RI melakukan pemeriksaan fisik Kegiatan Rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu) Tonyaman Tahun Anggaran 2025 yang berlokasi di Pulau Battoa, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Kunjungan pemeriksaan ini bertujuan memastikan pelaksanaan pekerjaan rehab Pustu Tonyaman telah sesuai dengan kontrak, spesifikasi teknis, dan ketentuan pengelolaan keuangan negara. Dalam kegiatan tersebut, tim BPK RI didampingi oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, pejabat pelaksana teknis kegiatan, serta unsur terkait lainnya. Pemeriksaan meliputi pengecekan langsung kondisi bangunan, pengukuran volume pekerjaan, serta penelusuran dokumen pendukung yang berkaitan dengan progres dan realisasi keuangan.

Pulau Battoa sendiri merupakan salah satu wilayah kepulauan di Desa Tonyaman yang berpenduduk lebih dari seribu jiwa dan sangat mengandalkan keberadaan Pustu sebagai fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Dengan adanya pemeriksaan fisik ini, diharapkan mutu pekerjaan rehabilitasi Pustu Tonyaman benar?benar memenuhi standar sehingga dapat memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi masyarakat saat mengakses pelayanan kesehatan.

?Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar menyambut baik kegiatan pemeriksaan fisik yang dilakukan BPK RI ini sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola dan akuntabilitas pembangunan bidang kesehatan, khususnya di wilayah kepulauan yang membutuhkan perhatian lebih dalam penyediaan sarana dan prasarana pelayanan

Kegiatan Terbaru

Masa tanggap darurat kebakaran Galung Tulu selama 1–7 Maret 2026 telah selesai....
08 Mar 2026

Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar menyampaikan bahwa masa tanggap darurat bencana kebakaran di Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten selama tujuh hari sejak 1 Maret hingga 7 Maret 2026, telah resmi berakhir. Selama periode tersebut, jajaran Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Pambusuang dan lintas sektor telah membuka posko layanan kesehatan, melakukan pemeriksaan kesehatan, pemantauan penyakit menular, serta memberikan dukungan kesehatan bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penyintas dengan penyakit kronis.Seiring berakhirnya masa tanggap darurat, Tim Kabupaten yang bertugas di bawah koordinator posko kebakaran mulai ditarik secara bertahap dari lokasi, setelah memastikan layanan kesehatan dasar dan dukungan logistik kesehatan berjalan stabil. Penanganan selanjutnya memasuki fase pemulihan, yang akan dilanjutkan oleh Tim Kecamatan bersama pemerintah desa, dengan tetap mendapatkan pendampingan teknis dari Dinas Kesehatan Kabupaten dan Provinsi. Fokus masa pemulihan ini antara lain pemantauan lanjutan kondisi kesehatan penyintas, penguatan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan hunian sementara, serta kolaborasi dengan dinas terkait untuk mendukung pemulihan psikososial masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan lainnya....

Selengkapnya...
Menembus Batas Geografi: Tim Penilai Pastikan Layanan Kesehatan Puskesmas Terpencil di Polewali Mandar Tetap Hadir untuk Semua...
08 Mar 2026

Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat membentuk Tim Penilai Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kawasan Terpencil dan Sangat Terpencil pada tahun 2026 untuk memastikan pelayanan kesehatan dasar dapat diakses secara adil hingga ke wilayah paling sulit dijangkau. Penilaian lapangan dilaksanakan pada tanggal 03–05 Maret 2026 di wilayah kerja puskesmas sasaran. Tim ini melakukan penilaian terhadap puskesmas-puskesmas yang berada di daerah dengan keterbatasan akses geografis, transportasi, serta tantangan sosial ekonomi, sebagai dasar penetapan status kawasan terpencil dan sangat terpencil sesuai kriteria yang diatur dalam regulasi Kementerian Kesehatan.Di Kabupaten Polewali Mandar, sedikitnya empat puskesmas diusulkan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan kawasan terpencil, yaitu Puskesmas Tutallu, Puskesmas Tutar, Puskesmas Bulo, dan Puskesmas Matangnga. Penilaian dilakukan secara objektif melalui telaah dokumen, survei lapangan, dan wawancara dengan tenaga kesehatan serta pemerintah kecamatan setempat, untuk menggambarkan kondisi riil akses pelayanan, beban kerja, serta kebutuhan dukungan tambahan bagi puskesmas tersebut.Hasil kerja Tim Penilai ini diharapkan menjadi dasar penguatan kebijakan dan pembiayaan, termasuk penambahan tenaga kesehatan, peningkatan sarana prasarana, serta dukungan insentif bagi nakes yang bertugas di daerah sulit sehingga pelayanan kesehatan primer di kawasan terpencil dan sangat terpencil Kabupaten Polewali Mandar semakin merata dan berkualitas. Dengan demikian, masyarakat di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang tetap dapat menikmati hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak....

Selengkapnya...
Selamatkan Kesehatan Penyintas: Penyelidikan Epidemiologi Pasca Kebakaran Galung Tuluk Cegah Ledakan Penyakit Menular di Pengungsian...
07 Mar 2026

Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengidentifikasi faktor risiko penyakit menular pasca bencana kebakaran di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respon cepat atas kondisi pengungsian yang padat dan serba terbatas, yang berpotensi meningkatkan penularan penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, dan penyakit kulit di kalangan penyintas kebakaran.Tim surveilans Dinas Kesehatan turun langsung ke lokasi pengungsian untuk melakukan pengumpulan data kasus, penilaian faktor risiko lingkungan, serta pemantauan kondisi kesehatan kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penyintas dengan komorbid. Penyelidikan epidemiologi ini mencakup wawancara, pemeriksaan kesehatan, pengamatan kualitas air dan sanitasi, kepadatan hunian tenda, serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masyarakat di lokasi pengungsian.Berdasarkan hasil sementara, Dinas Kesehatan memperkuat upaya pencegahan melalui peningkatan layanan posko kesehatan, distribusi obat-obatan dan logistik kesehatan, edukasi PHBS, hingga rekomendasi perbaikan sanitasi dan pengelolaan air bersih untuk menekan risiko penularan penyakit menular pascabencana. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular di pengungsian dan memastikan para penyintas kebakaran Galung Tuluk tetap mendapatkan perlindungan kesehatan yang optimal selama masa pemulihan....

Selengkapnya...
Dinkes Polman Bergerak untuk Galung Tuluk: Sekdis dan Kadinkes Provinsi Turun Langsung Salurkan Bantuan Korban Kebakaran...
03 Mar 2026

Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak kebakaran di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, dengan menyalurkan bantuan secara langsung ke lokasi kejadian. Musibah kebakaran yang terjadi pada akhir Februari 2026 itu menghanguskan puluhan rumah warga dan memaksa ratusan jiwa mengungsi di posko darurat serta rumah kerabat, di tengah pelaksanaan ibadah di bulan Ramadan.Rombongan Dinas Kesehatan dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dengan menyambangi posko pengungsian untuk menyerahkan bantuan logistik dan paket kesehatan bagi para korban. Selain bantuan sembako dan kebutuhan dasar, Dinas Kesehatan juga memberikan dukungan layanan kesehatan, pemantauan kondisi pengungsi, serta edukasi kesehatan lingkungan guna mencegah timbulnya penyakit di lokasi pengungsian yang padat.Melalui kegiatan “Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Peduli Korban Kebakaran Galung Tuluk” ini, diharapkan dapat meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal sekaligus memastikan kebutuhan kesehatan dasar mereka tetap terjaga. Dinas Kesehatan juga menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan lintas sektor lainnya dalam penanganan pascabencana, agar pemulihan fisik maupun psikososial masyarakat terdampak dapat berlangsung lebih cepat dan terarah....

Selengkapnya...

Kategori

  • 29
  • 0