Layanan Aduan dan Aspirasi Pelayanan Publik : www.lapor.go.id

Dinas Kesehatan Polewali Mandar Gelar Rakor Deteksi Dini, Preventif, dan Respon Penyakit


10 Apr 2026   BERITA

Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini, Preventif, dan Respon Penyakit pada 8–9 April 2026 bertempat di Hotel Al-Ikhlas Pekkabata, Polewali. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh drg. Sri Harni, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat.

Rapat koordinasi ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari Asisten Pemerintahan dan Kesra, Bappeda (Kabid Sosial Budaya), Badan Keuangan, BPBD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, serta Direktur RS Hj. Andi Depu Polewali dan Direktur RS Wonomulyo.

Dari sektor kesehatan, hadir Sekretaris Dinas Kesehatan, para Kepala Bidang lingkup Dinas Kesehatan, Kepala UPTD Puskesmas se-Kabupaten Polewali Mandar (Klaster 1, 3 dan 4), staf Bidang P2P, serta staf perencanaan dan pengelola SPM Dinas Kesehatan. Pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan diwakili oleh Camat se-Kabupaten Polewali Mandar, Kepala Desa dan Lurah terpilih dari Desa Batetangnga, Kelurahan Polewali, Desa Tonrolima, Desa Pasiang, Desa Duampanua, Desa Rappang, Kelurahan Sidodadi, Desa Sattoko, Desa Pulliwa, Desa Rangoan, Desa Baru, Desa Ambopadang, Desa Suruang, Desa Katumbangan Lemo, Desa Sabang Subuk, Desa Sepabatu, Desa Tandassura, dan Desa Sayoang.

Agenda utama pertemuan ini adalah pemaparan kebijakan dan evaluasi capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, khususnya terkait upaya deteksi dini, tindakan preventif, dan respon terhadap penyakit menular agar target SPM dapat tercapai di seluruh wilayah Polewali Mandar. Fokus diskusi diarahkan pada penguatan kapasitas desa dan kelurahan dalam menghadapi penyakit menular, terutama Tuberkulosis (TBC) dan Campak (PD3I) sebagai penyakit prioritas yang memerlukan kewaspadaan tinggi di tingkat layanan primer dan komunitas.

Dalam pemaparannya, Kabid P2P Dinas Kesehatan, dr. H. Gunadil, menegaskan pentingnya sinkronisasi data antar-sektor untuk mendukung intervensi kesehatan yang lebih spesifik dan tepat sasaran, mulai dari level kabupaten hingga desa. Ia juga menyoroti tantangan berupa berita miring dan hoaks di media sosial, terutama yang berkaitan dengan program imunisasi, sehingga memerlukan peran aktif masyarakat dan pemerintah desa untuk meluruskan informasi.

Dinas Kesehatan menegaskan komitmennya untuk merespons setiap rumor atau data kesehatan maksimal dalam 24 jam melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), sebagai bagian dari upaya nasional memantau dan merespons potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular.

Kegiatan Terbaru

Perkuat Integrasi Layanan Primer, Dinkes Polman Gelar Orientasi Pembinaan Posyandu Bagi Nakes Puskesmas...
23 Sep 2026

POLEWALI – Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar menggelar kegiatan Orientasi Pembinaan Posyandu Bidang Kesehatan Bagi Tenaga Kesehatan Puskesmas Tahun 2026 di Hotel Al-Ikhlas Polewali pada Rabu (23/09/2026). Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan mewakili Kepala Dinas Kesehatan, serta dihadiri oleh Kepala Bidang SDK, tim narasumber, dan peserta nakes dari seluruh puskesmas se-Kabupaten Polewali Mandar. Orientasi ini diselenggarakan sebagai langkah krusial dalam mengawal pilar utama Transformasi Layanan Primer melalui Integrasi Layanan Primer (ILP). Dalam sambutannya, disampaikan bahwa Posyandu kini bertransformasi menjadi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang memberikan layanan komprehensif berbasis siklus hidup. Penataan ini menuntut para kader Posyandu untuk menguasai 25 Keterampilan Dasar Kesehatan, yang memerlukan bimbingan teknis terstruktur dan berkesinambungan dari tenaga kesehatan di tingkat puskesmas. Berdasarkan laporan data capaian Promkes, dari total 687 Posyandu di Kabupaten Polewali Mandar, sebanyak 686 Posyandu (99,85%) telah berstatus aktif, dan 574 Posyandu (83,55%) telah menjalankan layanan berbasis siklus hidup. Namun, evaluasi menunjukkan adanya disparitas kinerja yang membutuhkan perhatian serius, seperti cakupan siklus hidup di Puskesmas Bulu (8,70%) dan Campalagian (17,31%), persentase pelatihan kader yang baru mencapai 23,46% (dengan 6 puskesmas masih 0%), serta cakupan penimbangan balita (D/S) kelurahan yang terpaut jauh antara Petoosang (94,8%) dan Mapilli (20,3%). Pasca-kegiatan orientasi ini, terdapat tiga instruksi tegas yang ditekankan kepada seluruh nakes puskesmas: Konsolidasi Internal Puskesmas: Membentuk Tim Pembina Posyandu lintas program dan menghilangkan ego sektoral. Pembinaan Kader Terstruktur: Menyusun peta jalan pelatihan 25 kompetensi dasar kader hingga melahirkan Kader Purwa, Madya, dan Utama. Penguatan Jejaring Lintas Sektor: Mengaktifkan kembali Pokjanal/Pokja Posyandu dan menggandeng pihak kecamatan, desa/kelurahan, hingga PKK....

Selengkapnya...
Dinkes Polman Gelar Bimtek Pengelolaan Keuangan BLUD dan Penyusunan RBA Puskesmas Bersama LMPD...
21 Sep 2026

POLEWALI MANDAR – Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar bekerja sama dengan Lembaga Manajemen Pemerintah Daerah (LMPD) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA), serta Penguatan Pengendalian Hukum bagi Puskesmas. Kegiatan strategis yang berlangsung selama tiga hari pada 18–20 September 2026 ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan mewakili Kepala Dinas Kesehatan. Bimtek yang diselenggarakan oleh LMPD ini difokuskan pada penguatan akuntabilitas manajemen keuangan puskesmas, pemeriksaan laporan keuangan BLUD, implementasi Permendagri 79 Tahun 2018, hingga penyusunan RBA. Selain aspek teknis tata kelola anggaran, para peserta juga dibekali pemahaman mengenai pencegahan risiko hukum dan tindak pidana korupsi yang dibawakan langsung oleh narasumber ahli dari Polda Sulsel dan Kejari Sulsel....

Selengkapnya...
Dinkes Polman Gelar Pertemuan Penguatan Mutu Pelayanan Internal Puskesmas untuk Dorong Transformasi Layanan Primer...
27 Jul 2026

POLEWALI MANDAR – Sebagai wujud komitmen dalam mendukung transformasi layanan primer serta memperkuat mutu pelayanan kesehatan di tingkat tapak, Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar menggelar "Pertemuan Penguatan Mutu Pelayanan Internal Puskesmas". Kegiatan yang dibiayai melalui lokus DAK Non Fisik Tahun 2026 ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 22 hingga 24 Juli 2026, bertempat di Aula Dinkes dan Aula Bapperida Kabupaten Polewali Mandar. Pertemuan ini dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas Tim Mutu Puskesmas dan Tim Pendamping Puskesmas dalam menerapkan standar mutu pelayanan secara berkesinambungan. Rangkaian kegiatan dibuka pada Rabu (22/07/2026) di Aula Dinkes Polman. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, dr. Anita, MARS, secara langsung membawakan paparan pengantar terkait regulasi Manajemen Puskesmas. Pada hari pertama, peserta juga mendapatkan materi teknis mengenai Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) & K3, Evaluasi Capaian Indikator Nasional Mutu (INM), serta Insiden Keselamatan Pasien (IKP) yang dibawakan oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat. Hari kedua kegiatan berlanjut di Aula Bapperida dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan RI secara daring (Zoom Meeting). Para peserta membekali diri dengan materi Implementasi Budaya Mutu dan Audit Internal, Manajemen Risiko (Manrisk), Pencatatan Pelaporan Indikator Mutu & Strategi Peningkatan Kepuasan Pasien, hingga Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) serta Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA). Pada hari terakhir, Jumat (24/07/2026), kegiatan difokuskan pada Evaluasi Perencanaan Perbaikan Strategis (PPS) serta Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) bersama narasumber teknis dari Dinas Kesehatan Kab. Polewali Mandar, yang diakhiri dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan penutupan acara secara resmi. Melalui penguatan kapasitas ini, Dinas Kesehatan Kab. Polewali Mandar berharap seluruh Puskesmas mampu menjaga konsistensi penerapan standar keselamatan pasien dan mutu pelayanan yang berkelanjutan. ...

Selengkapnya...
Buka Pelatihan Keamanan Pangan Berbasis Risiko, Kabid SDK Dinkes Polman Tekankan Kompetensi Tenaga Sanitasi...
27 Jul 2026

POLEWALI MANDAR – Dalam rangka menjamin higienitas dan kesehatan pangan di masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar telah sukses menyelenggarakan "Pelatihan Pengawasan Keamanan Pangan Siap Saji Berbasis Risiko bagi Tenaga Sanitasi Lingkungan Angkatan II Tahun 2026". Kegiatan intensif ini berlangsung selama lima hari efektif secara klasikal (tatap muka), mulai tanggal 20 hingga 24 Juli 2026 di Hotel Al-Ikhlas Polewali. Pelatihan bersertifikasi resmi Kementerian Kesehatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (Kabid SDK) Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar pada Senin, 20 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, Kabid SDK yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Penyelenggara menyampaikan laporan kesiapan diklat yang didasarkan pada dokumen Memorandum of Understanding (MoU) kemitraan strategis antara BBPK Makassar dan Dinkes Polman. Selain memberikan arahan, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar turut membekali peserta melalui penyampaian materi penting mengenai Kebijakan Keamanan Pangan Siap Saji yang dibawakan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.Tujuan utama dari pelatihan ini adalah membentuk tenaga sanitasi lingkungan yang handal dan mampu melakukan pengawasan keamanan pangan siap saji berbasis risiko sesuai pedoman baku yang berlaku. Untuk mencapai target kompetensi tersebut, panitia menghadirkan para fasilitator dan widyaiswara berkompeten dari tiga instansi, yaitu Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, Inspektorat Kabupaten Polewali Mandar, serta Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar. Sebanyak 21 peserta terdaftar mengikuti jalannya diklat tatap muka ini secara penuh. Komposisi peserta terdiri dari 3 perwakilan staf teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, 2 perwakilan RSUD (RSUD Hajjah Andi Depu dan RSUD Wonomulyo), serta 16 Tenaga Sanitasi perwakilan Puskesmas se-Kabupaten Polewali Mandar. Selama lima hari, seluruh peserta diuji secara ketat melalui sistem evaluasi komprehensif, mulai dari pre-test, post-test, evaluasi materi, performa fasilitator, hingga penilaian sikap perilaku. Melalui standar kelulusan minimal yang tinggi yakni nilai 80,01 serta syarat kehadiran fisik minimal 95%, Bidang SDK Dinas Kesehatan Polman berharap para tenaga sanitasi yang lulus dapat menjadi garda terdepan dalam memitigasi risiko keracunan makanan dan menjaga kualitas pangan siap saji di wilayah kerja masing-masing. ...

Selengkapnya...

Kategori

  • 43
  • 0