Workshop Kesehatan Catin & KB Tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2024
17 Aug 2024 BERITA
Dinas Kesehatan
Kabupaten Polewali Mandar menyelenggarakan Workshop Kesehatan Calon Pengantin
(Catin) dan Keluarga Berencana (KB) yang berlangsung mulai tanggal 14 hingga 16
Agustus 2024. Workshop ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas
tenaga kesehatan dan pemangku kebijakan dalam memberikan pelayanan kesehatan
yang optimal bagi calon pengantin, serta mendukung keberhasilan program KB di
wilayah Polewali Mandar.
Kegiatan workshop ini
dibuka secara resmi oleh Plt. Sekretaris Daerah Polewali Mandar. Dalam
sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, tenaga
kesehatan, dan masyarakat dalam memastikan kesehatan reproduksi calon pengantin
yang baik, yang merupakan fondasi bagi terciptanya keluarga yang sehat dan
sejahtera. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat
dalam pelaksanaan workshop ini, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi
nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Polewali Mandar.
Workshop ini diikuti
oleh berbagai pihak yang terkait dengan pelayanan kesehatan, termasuk
perwakilan dari Puskesmas Binuang, Anreapi, dan Batupanga, kepala KAUA dari
ketiga kecamatan tersebut, dokter puskesmas, kepala desa/lurah, pengelola
kesehatan reproduksi, pengelola KB, pengelola gizi, pengelola penyakit menular
dan tidak menular, bidan desa, serta perwakilan dari imam dan pendeta.
Keikutsertaan berbagai pihak ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan
kolaborasi dalam pelayanan kesehatan bagi calon pengantin.
Selama tiga hari, para
peserta menerima berbagai materi yang sangat relevan dengan program kesehatan
calon pengantin dan KB, antara lain:
- Kebijakan Pemerintah Kabupaten Polewali
Mandar untuk mendukung Program Pelayanan Kesehatan bagi Catin.
- Kebijakan Nasional Program Pelayanan
Kesehatan bagi Catin.
- Pelayanan Kesehatan Reproduksi Bagi Calon
Pengantin.
- Pendampingan Pasangan Usia Subur
(Screening Layak Hamil).
- Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin serta
Layanan Informasi dan Edukasi Kesehatan Reproduksi Berbasis Elektronik
(Aplikasi “Kescatin” dan integrasi dengan e-kohort kesehatan reproduksi).
- Supervisi Fasilitatif Pelayanan
Kontrasepsi di Puskesmas.
- Kebijakan Program Bimbingan Perkawinan
Bagi Catin dan regulasi mendorong dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi
catin.
- Integrasi dan Dukungan Program Kesmas bagi
Calon Pengantin.
- Integrasi dan Dukungan Program Penyakit
Menular dan Penyakit Tidak Menular dalam Pemeriksaan Kesehatan bagi Calon
Pengantin.
- Pengalaman Implementasi Pelayanan
Kesehatan Reproduksi bagi Calon Pengantin.
Kegiatan ini tidak
hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga dengan diskusi interaktif,
di mana para peserta berbagi pengalaman, tantangan, serta solusi dalam
pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi calon pengantin di wilayah masing-masing.
Workshop ini ditutup oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, yang dalam sambutannya menegaskan komitmen dinas kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi calon pengantin, sebagai bagian dari upaya menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera di Polewali Mandar. Beliau juga mengharapkan hasil dari workshop ini dapat diimplementasikan dengan baik oleh seluruh peserta di tempat tugas masing-masing.
Kegiatan Terbaru
Masa tanggap darurat kebakaran Galung Tulu selama 1–7 Maret 2026 telah selesai....
Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar menyampaikan bahwa masa tanggap darurat bencana kebakaran di Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten selama tujuh hari sejak 1 Maret hingga 7 Maret 2026, telah resmi berakhir. Selama periode tersebut, jajaran Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Pambusuang dan lintas sektor telah membuka posko layanan kesehatan, melakukan pemeriksaan kesehatan, pemantauan penyakit menular, serta memberikan dukungan kesehatan bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penyintas dengan penyakit kronis.Seiring berakhirnya masa tanggap darurat, Tim Kabupaten yang bertugas di bawah koordinator posko kebakaran mulai ditarik secara bertahap dari lokasi, setelah memastikan layanan kesehatan dasar dan dukungan logistik kesehatan berjalan stabil. Penanganan selanjutnya memasuki fase pemulihan, yang akan dilanjutkan oleh Tim Kecamatan bersama pemerintah desa, dengan tetap mendapatkan pendampingan teknis dari Dinas Kesehatan Kabupaten dan Provinsi. Fokus masa pemulihan ini antara lain pemantauan lanjutan kondisi kesehatan penyintas, penguatan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan hunian sementara, serta kolaborasi dengan dinas terkait untuk mendukung pemulihan psikososial masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan lainnya....
Selengkapnya...
Menembus Batas Geografi: Tim Penilai Pastikan Layanan Kesehatan Puskesmas Terpencil di Polewali Mandar Tetap Hadir untuk Semua...
Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat membentuk Tim Penilai Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kawasan Terpencil dan Sangat Terpencil pada tahun 2026 untuk memastikan pelayanan kesehatan dasar dapat diakses secara adil hingga ke wilayah paling sulit dijangkau. Penilaian lapangan dilaksanakan pada tanggal 03–05 Maret 2026 di wilayah kerja puskesmas sasaran. Tim ini melakukan penilaian terhadap puskesmas-puskesmas yang berada di daerah dengan keterbatasan akses geografis, transportasi, serta tantangan sosial ekonomi, sebagai dasar penetapan status kawasan terpencil dan sangat terpencil sesuai kriteria yang diatur dalam regulasi Kementerian Kesehatan.Di Kabupaten Polewali Mandar, sedikitnya empat puskesmas diusulkan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan kawasan terpencil, yaitu Puskesmas Tutallu, Puskesmas Tutar, Puskesmas Bulo, dan Puskesmas Matangnga. Penilaian dilakukan secara objektif melalui telaah dokumen, survei lapangan, dan wawancara dengan tenaga kesehatan serta pemerintah kecamatan setempat, untuk menggambarkan kondisi riil akses pelayanan, beban kerja, serta kebutuhan dukungan tambahan bagi puskesmas tersebut.Hasil kerja Tim Penilai ini diharapkan menjadi dasar penguatan kebijakan dan pembiayaan, termasuk penambahan tenaga kesehatan, peningkatan sarana prasarana, serta dukungan insentif bagi nakes yang bertugas di daerah sulit sehingga pelayanan kesehatan primer di kawasan terpencil dan sangat terpencil Kabupaten Polewali Mandar semakin merata dan berkualitas. Dengan demikian, masyarakat di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang tetap dapat menikmati hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak....
Selengkapnya...
Selamatkan Kesehatan Penyintas: Penyelidikan Epidemiologi Pasca Kebakaran Galung Tuluk Cegah Ledakan Penyakit Menular di Pengungsian...
Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengidentifikasi faktor risiko penyakit menular pasca bencana kebakaran di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respon cepat atas kondisi pengungsian yang padat dan serba terbatas, yang berpotensi meningkatkan penularan penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, dan penyakit kulit di kalangan penyintas kebakaran.Tim surveilans Dinas Kesehatan turun langsung ke lokasi pengungsian untuk melakukan pengumpulan data kasus, penilaian faktor risiko lingkungan, serta pemantauan kondisi kesehatan kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penyintas dengan komorbid. Penyelidikan epidemiologi ini mencakup wawancara, pemeriksaan kesehatan, pengamatan kualitas air dan sanitasi, kepadatan hunian tenda, serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masyarakat di lokasi pengungsian.Berdasarkan hasil sementara, Dinas Kesehatan memperkuat upaya pencegahan melalui peningkatan layanan posko kesehatan, distribusi obat-obatan dan logistik kesehatan, edukasi PHBS, hingga rekomendasi perbaikan sanitasi dan pengelolaan air bersih untuk menekan risiko penularan penyakit menular pascabencana. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular di pengungsian dan memastikan para penyintas kebakaran Galung Tuluk tetap mendapatkan perlindungan kesehatan yang optimal selama masa pemulihan....
Selengkapnya...
Dinkes Polman Bergerak untuk Galung Tuluk: Sekdis dan Kadinkes Provinsi Turun Langsung Salurkan Bantuan Korban Kebakaran...
Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak kebakaran di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, dengan menyalurkan bantuan secara langsung ke lokasi kejadian. Musibah kebakaran yang terjadi pada akhir Februari 2026 itu menghanguskan puluhan rumah warga dan memaksa ratusan jiwa mengungsi di posko darurat serta rumah kerabat, di tengah pelaksanaan ibadah di bulan Ramadan.Rombongan Dinas Kesehatan dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dengan menyambangi posko pengungsian untuk menyerahkan bantuan logistik dan paket kesehatan bagi para korban. Selain bantuan sembako dan kebutuhan dasar, Dinas Kesehatan juga memberikan dukungan layanan kesehatan, pemantauan kondisi pengungsi, serta edukasi kesehatan lingkungan guna mencegah timbulnya penyakit di lokasi pengungsian yang padat.Melalui kegiatan “Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Peduli Korban Kebakaran Galung Tuluk” ini, diharapkan dapat meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal sekaligus memastikan kebutuhan kesehatan dasar mereka tetap terjaga. Dinas Kesehatan juga menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan lintas sektor lainnya dalam penanganan pascabencana, agar pemulihan fisik maupun psikososial masyarakat terdampak dapat berlangsung lebih cepat dan terarah....
Selengkapnya...
